Firman Allah “Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran,”

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib dari Abu Mu’awiyah, teks milik Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyuah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir berkata: Dahulu Abdullah bin Ubai bin Salul berkata kepada budak wanitanya: Pergilah dan melacurlah untuk kami. Maka Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat: “Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.” (An Nuur: 33) 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Thalhah bin Nafi’ -> Sulaiman bin Mihran -> Muhammad bin Khazim -> Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman

Sanad 2 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Thalhah bin Nafi’ -> Sulaiman bin Mihran -> Muhammad bin Khazim -> Muhammad bin Al ‘Alaa’ bin Kuraib

Firman Allah “pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid…”

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far. Telah menceritakan kepadaku Abu Bakr bin Nafi’ teks miliknya, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Muslim Al Bathin dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata: Dahulu wanita berthawaf di baitullah dalam keadaan telanjang lalu ia berkata: Siapa yang meminjamkan kepadaku baju yang ia kenakan di atas kemaluannya? dan saat ini ia berkata: Telah nampak sebagian atau seluruhnya, maka apa yang nampak darinya tidaklah aku menghalalkannya. Lalu turunlah ayat ini: “Ambillah oleh kalian pakaian dan perhiasan kalian setiap memasuki masjid.” (Al A’raaf: 31)  

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> Sa’id bin Jubair bin Hisyam -> Muslim bin ‘Imran -> Salamah bin Kuhail bin Hushain -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Basysyar bin ‘Utsman

Sanad 2 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> Sa’id bin Jubair bin Hisyam -> Muslim bin ‘Imran -> Salamah bin Kuhail bin Hushain -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Ahmad bin Nafi’

Firman Allah “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah…”

Telah menceritakan kepadaku Yunus bin Abdula’la Ash Shadafi telah mengkhabarkan kepada kami Abdulah bin Wahab telah mengkhabarkan kepadaku Amru bin Al Harits dari Sa’id bin Abu Hilal dari Aun bin Abdullah dari ayahnya bahwasanya Ibnu Mas’ud berkata: Tidak ada selang waktu antara Islamnya kami dan ketika Allah menegur kami dengan ayat ini: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Al Hadiid: 16) kecuali hanya empat tahun. 

Sanad 1 : Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib -> Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud -> Aun bin ‘Abdullah bin ‘Utbah -> Sa’id bin Abi Hilal -> Amru bin Al Harits bin Ya’qub -> Abdullah bin Wahab bin Muslim -> Yunus bin ‘Abdul A’laa bin Musa

Bab

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar, teks milik Ibnu Al Mutsanna, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dari Abu Ishaq berkata: Saya mendengar Barra` berkata: Dahulu orang-orang Anshar pergi haji lalu kembali, mereka tidak memasuki rumah-rumah kecuali dari belakang. Ia berkata: lalu datang seseorang dari penduduk Anshar kemudian ia masuk melalui pintunya lalu dikatakan kepadanya tentang masalah itu maka turunlah ayat ini: “Dan bukanlah (dari) kebajikan kalian memasuki rumah dari arah belakang.” (Al Baqarah: 189). 

Sanad 1 : Al Bara’ bin ‘Azib bin Al Harits -> Amru bin ‘Abdullah bin ‘Ubaid -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman

Sanad 2 : Al Bara’ bin ‘Azib bin Al Harits -> Amru bin ‘Abdullah bin ‘Ubaid -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Al Mutsannaa bin ‘Ubaid

Sanad 3 : Al Bara’ bin ‘Azib bin Al Harits -> Amru bin ‘Abdullah bin ‘Ubaid -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Basysyar bin ‘Utsman

Bab

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, Ishaq bin Ibrahim dan Ahmad bin Abdah Adl Dlabyi, teks milik Ibnu Abi Syaibah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, sementara yang lain berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami Sufyan dari Amru dari Atho` dari Ibnu Abbas berkata: Beberapa orang muslim menemui seseorang tengah berada dikambing-kambing miliknya lalu ia mengucapkan: ASSALAAMU ‘ALAIKMU. Mereka menangkapnya lalu membunuhnya kemudian mengambil kambing-kambing tersebut, lalu turun ayat: “Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ‘salam’ kepadamu: ‘Kamu bukan seorang mu’min.” (An Nisaa: 94) ibnu Abbas membacanya: Salaam. 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Amru bin Dinar Al Atsram -> Sufyan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imran Maimun -> Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman

Sanad 2 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Amru bin Dinar Al Atsram -> Sufyan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imran Maimun -> Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad

Sanad 3 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Amru bin Dinar Al Atsram -> Sufyan bin ‘Uyainah bin Abi ‘Imran Maimun -> Ahmad bin ‘Abdah bin Musa